Senin, 17 Mei 2010

Ku Merenung Di Atas Jembatan SURAMADU


Sejak diresmikan oleh Presiden SBY, di hatiku ada keinginan yang menggebu untuk dapat melihat jembatan SURAMADU dari dekat.

Alhamdulillah atas ajakan seorang teman belum lama ini aku dapat berkunjung ke sana. Rasa penasaran tak kuasa ku tutupi sejak aku masuk Taksi yang membawaku ke Bandara Soekarno Hatta. Selama dalam perjalanan ini yang ku bahas dengan seorang teman adalah tentang jembatan itu, ketimbang soal pekerjaan yang mesti kusiapkan. Dan mendaratlah pesawat yang kami naiki di Bandara Juanda. Secepatnya setelah menunggu untuk mengambil bagasi kami segera ke luar Bandara. Ternyata ada yang menjemput kami berdua. Utusan cabang Surabaya.

Perjalanan kami menjadi bertiga dengan Mas penjemput yang ramah dengan aksen logat bahasa Indonesia Surabayanya. Kami pun di antar ke hotel tempat meeting akan berlangsung esok pagi sekaligus tempat kami menginap semalam.

Jam sudah menjelang Magrib. Usai sholat Magrib, teman yang menemani dari Jakarta mengajak ku untuk makan malam di hotel. Tapi ku menolak, sambil mengajaknya cari makan di luar hotel karena sudah puluhan tahun lidahku tidak merasakan lezatnya Rawon Surabaya juga Rujak Cingur atau Tahu Campur khas Suroboyo.

Mobil innova yang dikemudikan Mas penjemput lalu membawa kami menyusuri jalan Embong Malang terus menuju Tunjungan sambil ku melihat Surabaya di malam hari. Oleh Mas penjemput kami di bawa ke sebuah Restoran sudah dekat daerah Perak .

Cukup lezat hidangan Nasi Rawon nya hingga tak terasa waktu cepat berlalu. Usai makan mobil innova membawa kami mengarah ke Jembatan Sura Madu.

Dari kejauhan cukup indah lampu-lampu yang meneranginya, makin dekat kulihat alangkah kagum hati ini melihat jembatan 'Raksasa yang besar membentang di atas laut. Ku katakan kepada Mas penjemput agar saat melintas di atasnya nanti jangan terlalu cepat agar puas hati menikmati.

Dalam renungan ku, mestinya kita menyadari potensi negara ini begitu kaya. Betapa tidak ? Kalo tidak kaya mana mungkin mampu membangun jembatan sebesar dan seluas ini. Teman Jakartaku berkata, boleh jadi ini dibiayai uang utangan !? Andaikata memang ini hasil uang utangan, kenyataannya pihak pemberi pinjaman toh mau meminjamkan uang dan terbukti ada hasilnya sebuah jembatan besar dan megah.

Kalo saja uang negara ini tidak banyak yang 'dicuri oleh 'maling berdasi, ku rasa bisa puluhan jembatan macam SURAMADU bisa dibangun. Jembatan sesungguhnya memiliki makna sarana yang menghubungkan dua tempat yang berjauhan sebagai akibat sesuatu yang memisahkan dua tempat itu dan ini bermakna filosofis sebagai sarana untuk menggapai kemakmuran dan kesejahteraan.

Etos kerja suku Madura sudah tidak diragukan lagi, dipadukan jiwa pemberani arek Suroboyo suatu perpaduan yang dahsyat. BerSynergy adalah kata yang 'merekatkan perbedaaan suku-suku bangsa yang beragam. Ini pun potensi bangsa kita yang jika dikelola dengan baik merupakan dinamisator kemajuan tidak kalah dengan bangsa Jepang.

Betapa kokoh jembatan ini gumamku dalam hati, tiang-tiang nya bagai 'raksasa di tengah laut sesuatu yang dulu hanya impian hari ini menjadi Nyata.

Tak kurasa mobil yang membawa kami 'City Tour telah tiba di depan lobby hotel. Moga tulisan sederhana ini mampu menyadarkan akan potensi bangsa kita yang besar. Yang terkadang dirusak oleh keserakahan. Semoga !!

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya