Senin, 17 Mei 2010

Masih Adakah Jiwa Merah Putih Kita ???


 Kalah dan menang dalam pertandingan olah raga adalah hal biasa. Tapi jika kekalahan yang kita alami dirasakan dengan rasa  'cinta tanah air'  tentu terasa mengoyakkan jiwa kita.

Bulutangkis adalah cabang olah raga 'kebanggaan' kita sejak dulu.  Tahun 50an hingga 70an saat Radio merupakan barang mewah, hanya dengan laporan 'pandangan mata' sajalah kita dapat menikmati siaran langsung pertandingan bulutangkis.  Tapi efek dari siaran itu cukup dahsyat. Apalagi jika Indonesia kalah dada ini sangatlah sesak.  Dan bila kita menangpun manakala 'Indonesia Raya' berkumandang di Stadion luar negeri,  darah kebangsaan kita mengalir deras menyertai derai air mata bangga bahagia.

Tidaklah adil tentu bila perjuangan mengharumkan nama bangsa hanya diembankan kepada para atlit bulutangkis kita saja. Prilaku tidak jujur yng dipertontonkan elit bangsa seperti yang kita lihat di semua media adalah tontonan yang tidak elok karna sejatinya prilaku tidak jujur mereka adalah 'pengkhianatan keji kepada negara dan rakyat.

Membicarakan 'cinta tanah air terasakurang lengkap jika tidak mengenang Ir Soekarno. Dengan segala 'plus minus' nya, pribadi beliau tetap dikenang orang bahkan hingga keluar negeri.

Jama'ah haji kita dari dulu sering ditanya orang dari Afrika dan Timur tengah, tentang Ahmad Soekarno. Ya mereka tau Indonesia so pasti ingat Ahmad Soekarno.  

Gaung jiwa kebangsaan yang telah diwariskan oleh para Bapak Bangsa haruskah makin padam dan terkubur dengan rasa Rakus mengejar Rupiah demi keuntungan pribadi ?  
Kita memang krisis 'keteladanan' mencari pribadi yang sesuai antara kata dan perbuatannya.

Moga tulisan sederhana ini mampu mendidihkan darah merahmu ....mampu membangkitkan putih tulangmu..... jika kita memang cinta Indonesia berjuanglah mengibarkan merah putih sesuai kemampuan kita minimal jujur pada negara ini. Semoga  !!!

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya