Selasa, 25 Mei 2010

Menempa Mental Di Galangan Kapal


                Perjalanan hidup manusia  sering bertentangan dengan keinginan manusia itu sendiri.  Bekerja sebagai kuli kasar di galangan kapal tidak pernah terlintas dalam cita anganku. Tapi suratan nasib lah yang membawa diri ini  'terdampar'  sebagai kuli kasar di galangan kapal.

                Oleh karna 'kepepet'  atau terpaksa setelah kesana-kemari tidak menemukan pekerjaan yang diharapkan, maka  menjadi kuli kasar pun tak mengapa.  

                Suasana kerja di galangan kapal cukuplah berat untuk fisik dan mental. Apalagi lokasi kerjanya di alam terbuka.   Bila panas badan ini bagai terbakar karena atas bawah, depan belakang, kanan kiri kita di kepung oleh plat-plat baja sebagai bahan pembuat kapal.  Belum lagi suara palu godam yang  memukul plat baja sangat memekak kan telinga. Belum cukup itu, disini nada bicara orang-orangnya kasar dan keras sebagai akibat suasananya yang panas.  Bila kebetulan ada cewek yang lewat suasana menjadi riuh.  Maklumlah tidak ada kuli kasar wanita yang bekerja disisni.

                 Malampun  tiba saat mau istirahat tidur. mata ini  sering terasa perih akibat terkena sinar las di siang hari. Belum lagi pundak dan sekujur tubuh terasa pegal-pegal.  Sebab di galangan kapal besi-besi sering minta gendong.  Belum lagi perasaan hati yang hampir-hampir luka mendengar triakan atau  bentakan sang mandor, ataupun  ocehan teman yang mengejek.

                  Di galangan kapal tidak butuh ijasah tinggi atau ketrampilan canggih, yang sangat dibutuhkan hanyalah mental dan fisik haruslah tahan banting.  Kalopun memiliki ketrampilan yang dibutuhkan adalah ahli las/ welder  dan ahli potong plat besi.

                  Masa itu  para motivator belum bermunculan dengan seminar-seminirnya yang bertaraf lux di hotel mahal.    Tapi  bekerja di galangan kapal ternyata merupakan proses pembentukan kepribadian diriku agar memiliki mental kuat sekuat baja-baja di galangan kapal. Semuanya merupakan skenario sang Khalik Allah Swt  yang telah menentukan langkah hidupku untuk berteman kan ujian hidup di galangan kapal.

                   Yang slalu harus kita miliki   adalah positif thinking / husnuzhon terhadap suratan ketentuan Robbul 'Alamin  baik itu suka maupun duka.  Wallahu 'alam

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya