Sabtu, 15 Mei 2010

Niat Haji Kandas Di Lokalisasi (Naudzubillah)

Usai sudah malam itu kami mendengarkan ceramah Agama dalam acara Walimatus Syafar, yang diadakan di rumah Bapak Fulan. Beliau sesuai sambutannya, hendak berangkat ke Tanah Suci guna naik haji. Kami para hadirin setelah mendengarkan ceramah tentang haji pada acara ini, dipersilahkan untuk memberikan ucapan selamat kepada tuan rumah sambil berjabat tangan bergiliran. Cukup panjang kami harus mengantri, karna para tamu sangat banyak yang hadir di bawah tenda. Mobil-mobil berderet di sepanjang jalan depan rumah Bapak Fulan. Maklumlah beliau seorang tokoh masyarakat yang cukup dikenal luas dari tingkat Rt hingga tingkat Propinsi. Beliau bertahun-tahun aktif sebagai salah seorang aktivis pengurus suatu Parpol. Setelah usai berjabatan tangan kami dipersilakan menyantap hidangan makan malam yang telah disediakan secara 'prasmanan. Wow cukup berdesak-desakan ngantrinya. Dan cukup lezat hidangannnya.

Bersama remaja-remaja Masjid aku menunggu hingga acara berakhir hingga larut malam. Karna masih banyak tamu yang datang sembari ngobrol lama dengan tuan rumah. Begitu tamu telah kembali pulang semua, maksud hati kami para remaja Masjid hendak membongkar tenda yang dipakai untuk acara ini, tapi karna sudah lewat tengah malam maka kami urungkan niat tsb. Usai sholat subuh ku ajak teman2 untuk membongkar tenda itu, tapi hanya sedikit yang merespon. Maka kami sepakat habis Zuhur tendanya baru dilepas. Unruk diketahui tendanya cukup besar dan luas merupakan inventaris Masjid kami. Mendekati sholat zuhur aku dikejutkan suara pengeras Masjid yang mengumumkan bahwa Bapak Fulan yang semalam baru saja mengadakan Walimatus Syafar di rumahnya, dan kami pun belum sempat melepas tenda yang terpasang di depan rumahnya, ternyata beliau telah Wafat. Inna Lillahi..... Maka akupun segera bergegas-gegas menuju rumah Bapak Fulan. Yang membuatku bertanya dalam hati kok ada mobil-mobil polisi yang terparkir di depan rumah beliau. Maka ku coba mendekat masuk kedalam rumah itu, suara tangisan anak istri almarhum yang kudengar. Sementara Bapak-bapak Polisi sedang berbicara serius dengan sanak keluarga Almarhum. Ada apa ini ? Semakin banyak para pelayat yang datang, tak lama mobil ambulance yang membawa jenazah Bapak Fualan pun tiba. Sontak anak istri beliau berhamburan keluar rumah menyongsong. Sambil menangis duka. Pilu di hati yang mendengarkannya. Menjelang keberangkatan jenazah menuju pemakaman usai di Sholatkan, aku baru mendapat jawabannya, mengapa para aparat Polisi datang ke rumah almarhum !? Oleh Imam Masjid aku dibisikkan sesuatu yang sangat mencengangkan. Astagfirullah Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah Tsumma Naudzubillahi Min Dzalika, Bahwa ternyata Almarhum menemui ajalnya setelah Kencan dengan seorang WTS langganannya di Lokalisasi. Berarti sebelum berangkat Haji sepertinya mau perpisahan dulu. Tapi keburu Malaikat Maut Datang mencabut Rohnya. Naudzubillah !!! Semoga menjadi "ibroh, ajal setiap saat bisa datang bahkan Tenda pun belum sempat kami lepas. Trimakasioh.

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya