Jumat, 21 Mei 2010

Upaya Memadamkan Cahaya



                Di sebuah kota kabupaten di Jawa Tengah.  Terbetik berita akan datangnya grup band terkenal dari Jakarta,  yang akan mengadakan tour dan konsernya.

                 Meski acara konser itu masih dua bulan lagi, tapi berita ini cepat menyebar dari mulut ke mulut. Apalagi semakin mendekati hari H nya,  radio-radio swasta lokal dengan gencar memberitakannya. Didukung pula dengan spanduk-spanduk baliho yang ratusan jumlahnya, dari sponsor rokok yang dipasang di sepanjang jalan-jalan protokol kota itu.

                   Grup band yang satu ini memang sedang naik daun, penggemarnya adalah anak muda. Tak terkecuali anak-anak muda di kota yang terkenal religius nan 'nyantri ini. Bukan hanya sekedar membeli kaset CD nya atau posternya, anak-anak muda pun ikut2an gaya rambutnya, gaya pakaiannya, bahkan wajahnyapun dicoreng moreng katanya sih merupakan identitas sebagai Fans berat band tersebut.

                    Seminggu menjelang konser grup band tersebut, anak-anak muda di kota Kabupaten ini seperti tidak sabar menunggu. Maka terjadilah konvoi motor keliling kota. Dengan penampilan  yang khas dari Fans berat grup band itu.  Gaya rambutnya, wajahnya, segala pernak-pernik asesorisnya merupakan Style khas penggemar Grup Musik  dari Jakarta yang kehadirannya dinanti-nanti.

                      Hari H pun tiba, menurut panitya yang cuap-cuap di Sound System, konser akan dimulai jam 7 malam. Tapi sejak lepas zuhur, ribuan anak muda sudah berkerumun di depan panggung konser. Bahkan ada yang konvoi di tengah kota sepertinya pamer penampilan. Belum lagi yang berdatangan memakai truk-truk yang mengangkut anak-anak muda dari  desa-desa kecil  yang jaraknya jauh dari pusat kota kabupaten.  Semakin sore jumlahnya tambah banyak. 

                        Di lapangan alun-alun  tempat konser band itu, sebenarnya tidak jauh dari Masjid. Tetapi azan demi azan tak menggerak kan kaki anak-anak muda yang berkerumun di sekitar panggung untuk Sholat.  Yah jangan tanya mengapa ?  

                         Dan baru saja kami usai melaksanakan sholat magrib di Masjid yang jaraknya hanya satu kilo dari panggung acara, mulailah terdengar suara gitar dan drum dimainkan. Terlebih suara Mc yang cuap-cuap tanpa kenal lelah.  Makin menambah brisik suasana nya. Anak-anak TPA   yang biasa ngajipun terpaksa diliburkan. Karna kalo dipaksa ngajipun jelas kosentrasinya terganggu.

                          Azan Isyapun berkumandang, bagai di telan sorak-sorai penonton dan suara alat musik yang hingar bingar. Betapa pilu hati, melihat masjid tinggal orang tua renta, sementara anak muda yang biasa Sholat di Masjid  tidak tahan untuk tidak melihat konser musik ini. Malam makin larut, anak-anak muda tidak sedikit yang membawa minuman keras. Mereka asyik bergoyang sambil mabuk seiring dengan bunyi dawai-dawai gitar yang menciut-ciut cicit di telinga.  Para aparat pun sibuk mengamankan mereka yang mulai teler dan mau adu jotos. Sementara pedagang-pedagang sibuk melayani pembeli.

                           Acara konser musik ini usai jam 00.30 tengah malam.  Yang tersisa hanyalah sampah-sampah beserakan  di tengah lapangan sementara para Fans berat grup band ini menyemut di jalan-jalan kota. Mereka hendak pulang ke rumah dan desa masing-masing.  

                           Tulisan ini merupakan hasil pandangan mata yang berangkat dari rasa prihatin akan upaya musuh-musuh  Islam yang hendak menjauhkan generasi mudanya dari taat kepada ajaran Agamanya.   Dan lebih jauh apa yang kami critakan melalui tulisan ini hanyalah sebagian kecil dari suatu skenario besar untuk memadamkan "Cahaya NYA".  Wallahu 'alam.

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya