Minggu, 27 Juni 2010

Kaca Mata Positif Seorang Kader


Awalnya usaha ini kecil dan tidak dilirik orang. Ketika usaha untuk menyelamatkan kehidupan keluarga menjadi sesuatu yang sangat mendesak. Tidak kenal lelah siang malam merintis pengembangan usaha ini. Dari kota ke pelosok desa. Naik turun gunung, menyeberangi lautan pulau demi pulau. Mencoba memperkenalkan sesuatu yang baru.

Tidak terhitung jumlah orang yang dijumpai. Ada yang bisa menerima tidak sedikit juga yang menolak. Adapula yang curiga akan menyaingi para pebisnis senior.

Hari berganti tahunpun berlalu cepat. Dari tidak memiliki 'plang merk' Alhamdulillah. Papan nama itu telah berdiri. Papan nama itu semula di tempatkan di lantai bawah. Karna masih berupa 'mini market'. Karna kepiawaian para marketing yang tulus dan tahan banting, jumlah pelanggan makin hari makin bertambah seiring kepercayaan dan pelayanan yang kami jaga dan kelola.

Perkembangan usaha ini makin menuntut manajemen untuk berpikir jauh kedepan, karna tantangan persaingan mulai kencang seiring dengan makin besarnya omzet penjualan yang besar pula. Plang nama atau tiang papan nama itu tidak layak lagi bila di letakkan di lantai dasar. Melainkan harus di letakkan di lantai teratas gedung. Seimbang dengan bangunan Supermarket yang segera disiapkan menjadi Hypermarket.

Dan kini usaha kami menjadi sesuatu yang diperhitungkan. Bukan saja di tingkat nasional bahkan luar negeri. Dan karna penampilan para 'PR' kami dalam mengemas usaha ini, makin mempesonalah Supermarket ini yang diproyeksikan segera menjadi Hypermarket sebagai sesuatu yang niscaya dalam menghadapi persaingan.

Sayangnya tidak sedikit pelanggan yang salah paham. Bahkan para pekerja senior tidak sedikit yang turut bingung melihat pemekaran usaha ini. Mestinya para pekerja senior mampu memberikan kejelasan info kepada para pelanggan setia terhadap kebijakan manajemen. Dan pihak manajemen kiranya tetap menilai rasa kesalahpahaman ini berangkat dari rasa kecintaan terhadap Supermarket kami yang sejak awal telah memberikan servis memuaskan sesuai harapan mereka.

Rasa takut ditinggalkan dari para pelanggan lama dan pekerja senior sebenarnya tidak beralasan. Tetap menjadi tekad manajemen untuk tidak mengurangi kualitas servis kepada pelanggan bahkan akan terus ditingkatkan. Juga para pekerja lama harapan dan ide mereka tetap diakomodir.

Melalui tulisan ini terkandung harapan besar dan tinggi semogalah Supermarket yang akan menjadi Hypermarket dengan harapan akan makin banyak menyedot jumlah pengunjung skaligus para pelanggan baru tidak akan mengurangi kualitas pelayanannya sejak dulu yang merupakan Roh usaha ini yang bertumpu pada kejujuran dan kepedulian. Semoga !!!

2 komentar:

Kriez mengatakan...

Menarik... pada dasarnya dalam kehidupan ini diperlukan kejujuran yang hakiki.....
Tapi omong omong Supermarket siapa?

Seno Widi Hardjo mengatakan...

supermarket kita

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya