Selasa, 13 Juli 2010

Kenangan Tak Terlupakan : SURABAYA 1975


Apa yang kutulis di bawah ini, sejatinya merupakan rekaman kejadian saat aku masih usia Taman Kanak-Kanak di kota Surabaya tahun 1975. Hal ini perlu kuungkapkan moga menjadi pelajaran bagi diriku dan dirimu khususnya bagi setiap laki-laki normal akan bahaya fitnah wanita yang kian hari sangat luar biasa..... terlebih bila kita hidup di kota besar. Pemandangan aduhai nan seronok dari penampilan kaum wanita sangat menggoda iman.

Pagi menjelang siang aku yang di jemput seorang pembantu tiba di ujung jalan di daerah Tanjung Perak Surabaya. Harinya aku lupa yang ku ingat saat itu hari sekolah bukan hari libur. Nampak olehku ada bendera palang merah dikibarkan di ujung jalan, menandakan ada yang meninggal. Akupun bertanya kepada si Mbak pembantu rumah kami, siapa gerangan yang meninggal. Terrnyata tetangga sebelah. Persis di sebelah tembok rumah kami.

Kami tinggal di perumahan perhubungan laut karna Bapak ku seorang pelaut. Di komplek itulah para pegawai kantor hubla tinggal.

Betapa kagetnya aku ! Mendengar bahwa ayah teman mainku meninggal. Wajar ikut sedih.....karna tetangga dekat. Bapak ku dan almarhum sebelumnya pernah kerja satu kapal. Bahkan pernah sama-sama mengambil kapal di Jepang. Tapi menjelang akhir hayatnya mereka berpisah kapal.

Tamu-tamu yang melayat kian banyak jumlahnya....mobil-mobil berderet, terparkir di sepanjang jalan depan rumah kami. Sementara jenazah belum datang, karna konon meninggalnya di luar jawa, jadi mesti di bawa memakai pesawat, dan di angkut ambulan dari Juanda Airport.

Menurut kesaksian ibuku, saat jenasah tiba Ayah almarhum pingsan tak kuasa melihat jenasah anaknya. Bahkan Ayah almarhum meminta agar jenazah anaknya di urus sesuai tata cara Islam, padahal almarhum konon telah keluar Islam ikut Agama istrinya.

Ketika di samping rumahku sedang berduka, oleh ibuku aku dilarang keras ikut melayat. Jadi cukup ibu dan bapak ku yang mondar-mandir sibuk.

Setelah hampir sebulan almarhum meninggal, oleh anak-anaknya kami diperlihatkan foto-foto jenazahnya. Betapa tercengangnya aku, karna almarhum meninggal tidak wajar. Di wajahnya penuh luka-luka. Serem. Bahkan menurut penuturan ibuku, beberapa tahun setelah itu. Ternyata ada darah yang mengalir (Naudzubillah) dan menetes di celana panjang jenaszah. Oleh pihak keluarga dikatakan bahwa Almarhum meninggal karna kecelakaaan.

Begitu dekatnya ibuku almarhum denganku, pernah bercerita ulang tentang peristiwa ini saat ku sudah usia SMP ataupun SMA, bahwa sebenarnya almarhum meninggal (Naudzubillah) karna faktor BEREBUT CEWEK !!! Ini sesuatu yang sangat rahasia yang pernah Bapakku katakan secara bisik-bisik kepada almarhum Ibuku.

Tentu info ini layak ku percaya karna sebagai temannya Bapak ku tahu persis, siapa dan bagaimana almarhum. Tentu juga tidak semua pelaut nakal, pasti ada yang baik.
Jadi bila sekarang orang ribut tentang prilaku artis yang doyan sex liar bagai binatang sebenarnya bukan sesuatu yang mengherankan bagiku.

Hanya aku sangat teringat betapa memilukannya peristiwa di atas yang terekam hingga kini saatku usia 41 tahun. Terlebih wanti-wanti Rosul SAW akan bahaya Fitnah wanita di akhir zaman yang saat ini bisa kita rasa dan saksikan bersama. Wallahu alam moga bermanfaat.......

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya