Sabtu, 28 Agustus 2010

Ayo Mudiiiiik !!!!


Sebentar lagi kita akan menyaksikan jutaan penduduk perkotaan akan kembali ke daerah asalnya masing-masing. Peristiwa ini biasa terjadi menjelang hari raya Idul Fitri.
Dengan suasana hati gembira mereka akan bersilaturrahim dan temu rindu dengan orang tua dan sanak saudara di desa. Tentu tak lupa mereka membawa oleh-oleh.
Dan jalanan menuju ke arah kampung mereka akan macet atau padat merayap.
Kemacetan yang menimbulkan kelelahan itu serasa nikmat. Karena rasa rindu yang mengharu biru kepada kampung halaman. Berbagai resiko selama di perjalanan tidak terlalu dihiraukan yang penting bisa segera sampai di kampung.

Dari sisi negatifnya budaya mudik ini dapat dijadikan ajang 'pamer' kekayaan. Meski ini boleh saja, tapi akan berakibat makin banyaknya para pendatang dalam gelombang urbanisasi.


Kehidupan perkotaan yang seakan menjanjikan 'angin sorga' banyak menghipnotis pemuda-pemudi desa untuk berangkat merantau ke kota-kota besar. Yang jika tanpa dibarengi dengan ktrampilan dan keahlian individu justru membuat mereka akan terlunta-lunta tak menentu hidup di kota.

Tradisi pulang kampung sesungguhnya bisa menjadi sarana untuk menceritakan kesuksesan perjuangan hidup di kota, bila dalam bercerita soal ini tidak disertai sesuatu yang fantastik dalam meraih kesuksesan. Semuanya mesti melalui tahap perjuangan.

Banyak pihak yang akan mengambil manfaat dari tradisi pulang kampung ini. dari para pebisnis hingga penjahat pun bergerntayangan untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan. Menjaga kewaspadaan selama dalam perjalanan adalah kiat untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak kita inginkan.

Ibadah sholat bagi musafir adalah sesuatu yang tetap harus dikerjakan, sayangnya ini banyak ditinggalkan oleh kaum muslimin. Islam memberi kemudahan dalam pelaksanaan sholat selama di perjalanan. Hanya sedikit yang faham tentang hal ini.

Begitu bersemangatnya hasrat untuk pulang kampung secara murah dan aman dan aman tak ayal tiket kereta api telah ludes jauh-jauh hari. Dan mereka rela berjejal-jejal dan berhimpitan manakala gerbong kereta penuh. Luar biasa sekali.


Di balik tradisi mudik ini terdapat kandungan filosofinya. Bahwa sebagai makhluk Allah swt kitapun suatu saat akan pulang kampung yang sebenarnya. Yaitu kampung akherat. Alangkah bersyukur dan bahagianya ketika kita pulang ke akherat membawa oleh-oleh amal kebajikan yang sangat banyak. Bekal taqwa adalah bekal utama ketika kita mudik nanti. Bila bekal taqwa ini cukup bahkan lebih insya Allah kita akan lancar dalam perjalanan. Laksana orang kaya pulang kampung tidak akan berdesakan di gerbong kereta api ekonomi yang pesing. Dia tidak naik mobil ke kampungnya. Karna mobil semahal dan sebagus apapun akan mengalami hal yang sama dengan mobil lainnya bila mengalami kemacetan parah di jalan. Melainkan memakai pesawat terbang nan nyaman.

Akhirnya melalui tulisan sederhana ini aku hanya berpesan kepadamu, agar berhati-hati di jalan. Tetap waspada dalam menjaga keselamatan pribadi, anak dan istri juga barang bawaannya. Teriring ucapan Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Bathin Dan Salam Hangat Buat Handai Taulan Di Kampung Halaman. Moga Allah Swt Melindungi Kita Dalam Perjalanan Amiiiin

2 komentar:

zakee mengatakan...

ana berkomentar ajakan ente untuk pulang mudik sungguh kejam dan sangat brutal - sebagai pemeluk agama rahmatan lil alamin ternyata ,mengajak saudaranya untuk membantai ratusan orang mati di jalan raya belumlagi ribuan menjadi cacat karenanya- gara gara mudik pulang kampung di bulan yang suci menjadi ternodai - hari ied yang suci pun terkotoori dengan nafsu jahiliyah yang katanya silaturahim ? ---- lebih dari 60 Triliiun dana kaum muslimin ter boroskan di waktu itu--- harga tiket angkuta yang bisa naik 3 x lipat pun dibayarkan sebagai pemborosan ekonomi /kezholiman sekalipun yang meraup keuntungan raksasa adalah kaum kafir - secara nyata merupakan programm penghancuran umat islam di Indonesia yang semakin parah - padahal program dan tradisi mudik ini hanya terjadi di Indonesia saja (negri Kejawen) di ngri Muslim lainnya tidak ada cing - dan mohon maaf Baginda Rasullullah SAW dan para sahabat pun mereka tidak berduyun duyun mudik ke kota Mekah dengan Belanja ber milyar dinar dan dirham padahal keluarga mereka dan kuburan pun berada di Mekah - paling paling sehabis sholat ied mereka langsung ber bondong nondong ke Kuburan dgn acara Syirkiyah - pemiskinan dan pemurtadan yang digagas kaum kafir dan musuh islam dilakukan dengan gembira dan antusias oleh kaum muslimin sendiri - sungguh menggenaskan -- kalaulah hanya untuk sekedar silaturahim masih banyak media dan waktu serta cara cara lain yang lebih dekat kedalam Sunnah - apalagi antum sebagai juru dakwah - sungguh ironis memang -- ingat ingat ! bukankah setiap ucapan dan perbuatan akan dimintai pertanggung jawaban anda kelak--- astagfirullah - wassalam zakee

Seno Widi Hardjo mengatakan...

mari kita berfikir bijaksana menyikapi budaya mudik jangan memakai bahasa yang tidak santun tanda pendidikan yang rendah !

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya