Selasa, 24 Agustus 2010

Meneropong Isi Hati Obama


Saat tulisan ini dibuat, perhatian dunia sedang tertuju ke arah kebijakan Presiden Amerika Barack Hussein Obama. Kebijakan yang menimbulkan sikap pro dan kontra dikalangan warga negara Amerika Serikat.
Kebijakan MR Obama mengizinkan pembangunan Islamic Culture Centre di bekas lokasi tragedi WTC, menarik untuk dicermati.

Ketika masa kampanye pemilihan Presiden Amerika, Bapak Obama menyampaikan visi untuk merubah pola kebijakan negaranya terhadap dunia Islam. Dan seperti kita lihat, kini Obama telah dan sedang serta akan memulai hal itu.
Tentu bagi kita ummat Islam yang tinggal bukan di wilayah Amerika tidak akan buru-buru angkat topi terhadap pola pendekatan MR Obama itu. Namun marilah kita lebih bijaksana melihatnya dari sudut kepentingan saudara-saudara kita seiman yang bermukim dan juga menjadi warga negara Amerika Serikat.

Sesungguhnya Islam sebagai keyakinan Agama dengan berbagai tuduhan serta fitnah yang dipaksakan untuk disandangkan kepadanya, hari demi hari dalam satu dekade belakangan ini, telah memiliki pemeluk yang banyak di belahan dunia barat. Inilah fakta yang agaknya ingin di letakkan dalam bingkai kehidupan beragam yang harmonis oleh MR Obama di Amerika Serikat.

Kebijakan Presiden sebelum era Obama terhadap dunia Islam alih-alih membawa dunia pada tatanan yang damai dan harmonis dengan prinsip saling menghormati dan menghargai malah justru menciptakan situasi berbahaya karena Islam dituding bertanggung jawab terhadap berbagai aksi kekerasan. Yang jika tuduhan ini terus digelorakan maka yang paling merasakan adalah warga negara muslim yang hidup di negara-negara bukan Islam.

Sebagai agama Rahmattan Lil Alamin, Islam mengajarkan cinta damai kepada semua makhluk. Islam juga sangat menghargai toleransi. Kiranya pengalaman masa kecil Obama di Indonesia ikut menghiasi cara pandangnya. Di Indonesia relatif aman. Tidak ada perang yang terjadi lintas generasi. Lihatlah tidak sedikit rumah ibadah Islam bisa berdiri berdekatan dengan rumah ibadah agama lain. Dan ini pernah Obama kecil lihat di Indonesia.

Tulisan sederhana ini hanyalah ekspresi kekaguman kepada MR Obama dari seorang warga negara yang jumlah mayoritas muslimnya terbesar di dunia. Sekaligus ingin mengucapkan selamat kepada saudaraku seIman yang menjadi warga negara Amerika Serikat, karena memiliki Presiden yang toleran dan perhatian kepada warga minoritas muslim. Ditengah gelombang badai fitnah yang diarahkan kepada Islam.

Tentu saja kita masih sangat prihatin entah sampai kapan, terhadap kebijakan politik luar negeri Amerika terkait persoalan Palestina dan Israel. Kiranya kebiajkan MR Obama yang mendukung berdirinya Islamic Culture Centre di wilayah bekas WTC adalah
laksana Oase di padang pasir panas nan tandus, tempat istirahat sejenak, setelah kita menempuh perjalanan jauh dan menyeramkan. Semoga !!!

2 komentar:

Nur mengatakan...

Rencana Obama membangun Islamic culture center perlu disambut baik,tentunya sbg muslim kt bersyukur dibangun dinegara yg islamnya minoritas,tp tetap aja hr berhati2,bs aja kan hanya trik berbagai kepentingan,tp kita liat aja

seno mengatakan...

mbak Nur mari kita tetap waspada dan semoga kehidupan beribadah sodara kita di AS tetap nyaman !

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya