Kamis, 30 September 2010

Di Persimpangan Jalan Takdir


Masih dalam suasana lebaran, aku menemui seorang teman yang berkerja sebagai seorang karyawan penjara atau lembaga pemasyarakatan.
Pertemuan yang sekaligus reuni karena telah lama kami tidak pernah bertemu. Pertemuan dengannya di sebuah penjara. Hari itu kebetulan ia sedang tugas jaga.
Sambil ngobrol melepas rindu, aku diajaknya berkeliling penjara melihat ruang demi ruang tahanan penjara. Ada tahanan narkotika, ada pula tahananan bagi kasus yang lain. Seperti pembunuhan, penipuan, korupsi dan lain-lain.

Kucoba menatap wajah satu demi satu para tahanan itu. Kesan yang nampak adalah penyesalan. Penyesalan yang selalu datang terlambat berakibat fatal. Meski ada di antara mereka yang menjadi residivis atau penjahat kambuhan yang hobbynya berbuat jahat, dan keluar masuk tahanan namun kuyakin ada saatnya mereka menyesal.

Hari demi hari hidup mereka di balik jeruji besi dan tembok tahanan. Menanti kapan saat hari kebebasan tiba. Bagi yang insyaf mereka menggunakan waktu untuk banyak bertobat dan melatih diri dengan berbagai ketrampilan yang diajarkan dalam lembaga pemasyarakatan. Tapi bagi yang memang senang berbuat jahat, apa yang mereka alami digunakan sebagai pengalaman penambah jam terbang di dunia kelam kejahatan.

Oleh Allah Swt, diri kita diberi kebebasan memilih dua jalan. Dua jalan yang masing-masing ada resikonya. Jalan plus atau kebenaran adalah jalan yang pernah ditempuh oleh para Nabi dan Rasul juga orang Sholeh yang mereka dalah teladan yang baik. Sedang jalan ke kiri adalah jalan negatif kesalahan yang pernah ditempuh orang yang berbuat dosa. Jalan ini adalah jalan syetan bin iblis.

Gunakanlah akal pikiran kita juga panca indera kita dengan sebaik-baiknya agar tidak tertipu fatamorgana jalan negatif kesalahan yang menawarkan dan memanjakan hawa nafsu dunia yang tercela. Seperti sex bebas, narkotika, minuman keras, kemewahan hidup dan sebagainya.

Bila kita salah memilih dan salah masuk ke jalan negatif akibatnya akan fatal. Pada saat seperti ini penyesalan datang terlambat. Dan jangan salahkan Takdir !

Usai sholat zhuhur, akupun izin pulang kepada temanku. Demikian sekelumit pengalaman dari lembaga pemasyarkatan. Sermoga bermanfaat bagi kita yang membaca.

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya