Jumat, 24 September 2010

Sampah Mengancam Kesehatan Kita




Tanpa kita sadari setiap hari sebagai makhluk hidup yang berkehidupan dinamis, setiap hari kita menghasilkan sampah-sampah. Yang jika tidak kita kelola dengan baik sampah-sampah itu akan menimbulkan masalah pencemaran lingkungan yang pada akhirnya akan mengancam kesehatan manusia khususnya.

Islam sebagai agama yang mengajarkan kasih sayang untuk semesta alam, mendidik penganutnya untuk menjaga kebersihan badan misalnya ketika sedang di dalam toilet. Ajaran Islam untuk bersuci badan ini dikenal dengan istilah Thoharoh. Bahkan untuk soal air yang akan dipakai untuk bersuci tuntunan Islam sangat rinci membagi klasifikasi air.

Realitanya ummat Islam banyak mengabaikan ajaran Islam tentang kebersihan diri dan lingkungan. Akibatnya hal itu dijadikan sebagai persoalan yang menyudutkan Islam oleh mereka yang membenci Islam. Selalu agama Islam diidentikkan dengan kemiskinan, kebodohan, kekotoran, kekerasan dan terorisme yang sadis dan brutal.

Allah swt, menciptakan alam semesta begitu permai dan indahnya. Akibat keserakahan dan kerakusan manusia, keseimbangan lingkungan hidup menjadi rusak. Sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mampu menemukan plastik dan stereo foam. Hasil penemuan itu sungguh sangat banyak manfaatnya. Tapi di sisi lain, bila plastik dan streofoam itu telah menjadi sampah, tidak mudah manusia untuk memusnahkannya. Maka yang terjadi, bumi kita yang indah permai ini banyak ditebari sampah-sampah plastik dan streo foam itu. Yang justru akan mengancam kesehatan manusia khususnya.

Upaya kerjasama dari pemimpin dunia untuk menjaga dan menyelamatkan lingkungan hidup akan sia-sia jika tidak diikuti kesadaran dari setiap warga negaranya akan pentingnya melestarikan keindahan dan kebersihan diri dan lingkungan.

Penulis tinggal di wilayah Jakarta Utara, sangat sedih dan prihatin. Manakala sering menemukan saluran air limbah rumah tangga penuh dengan aneka ragam sampah. Di wilayah pemukiman itu bila kita tanya warganya, agama apa yang mereka anut ? Hampir pasti mereka menjawab Islam. Tapi bukan salah Islamnya, melainkan salah pemeluknya yang boleh jadi tidak faham atau kurang menghayati arti sebuah kebersihan diri dan lingkungan.

Memang untuk memelihara dan menjaga kebersihan diperlukan biaya. Misalnya uang iuran kebersihan. Inilah yang seakan menjadi lingkaran setan bagi warga masyarkat yang berpenghasilan menengah ke bawah. Jangankan untuk uang kebersihan, untuk makan dan biaya hidup saja mereka sangatlah minim.

Tapi kupercaya, jika mereka ada kesadaran dan kemauan untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan pastilah ada solusinya.

Maka melalui tulisan sederhana ini aku mengajak diriku dan dirimu, mari bersama berbuat sesuatu untuk dan demi kelestarian dan keindahan lingkungan hidup kita. Semoga bermanfaat !

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya