Kamis, 23 September 2010

Peci Pengawal KEPRIBADIAN


Kebanyakan orang menyangka bahwa peci hanya pantas dan perlu di gunakan ketika hendak pergi sholat ke Masjid. Atau ketika seseorang hendak menghadiri upacara kenegaraan ataupun resepsi pernikahan.

Bagi diriku peci sangatlah berguna sebagai pengawal kepribadian agar selalu berada di atas jalan yang baik sesuai keyakinan yang kuanut yaitu Islam.
Semula ada rasa canggung, apalagi tidak sedikit rekan kerja yang entah bercanda atau tidak, mereka seakan mentertawakanku. Atau memanggil dengan panggilan 'Pak Ustadz', atau pak haji. Tapi semua sanjungan atau ejekan tidak kuhiraukan yang penting bagi diri ini peran peci sangat membantu untuk menjaga kepribadian atau akhlaq Islami.

Di dalam dunia pergaulan hidup modern, dimana batasan halal haram atau muhrim non muhrim kurang diperhatikan. Seringkali kepribadian baik akan mudah larut dengan mereka yang memiliki kepribadian negatif. Maka disinilah diperlukan suatu cara sekaligus alat bantu agar seseorang yang bertekad keras hendak menjaga sisi positif dari kepribadiannya, relatif tebantukan. Dan itu terdapat pada alat yang dipakai di kepala yang bernama PECI.

Suatu hari dengan teman kerja aku diajak pergi makan sekaligus melihat-lihat model-model baru HP. Pada sebuah Mall kami berempat memasukinya. Aneka ragam barang dagangan juga warna warni baju pengunjung Mall. Secara jujur aku katakan padamu, sebagai lelaki normal sangat senang melihat wanita yang terbuka auratnya. Meski hanya betis, paha, bibir, dan bagian dada. Bahkan pusarnya sekarang bukan hal aneh. Tapi masalahnya, halalkah mata ini memandangnya ?? Atau bagiamana cara agar dapat mengendalikan nafsu pada lawan lain jenis ? Ketika di dalam Mall yang sejuk dan hingar bingar laksana sorga dunia.

Dalam sebuah audit keuangan perusahaan, ada upaya negosiasi damai untuk penyelamatan laporan agar tetap menyenangkan semua pihak yang berkepentingan. Dan diriku termasuk berperan dalam berakrobat angka-angka. Usai acara 'pertunjukan akrobat angka', ada 'amplop' yang diberikan untukku sebagai ucapan trimakasih. Tidak perlu kujelaskan kelanjutannya yang jelas peci ini sangat berguna untuk menjaga diriku mabok uang.

Satu saat dalam rapat pimpinan perusahaan, harinya bertepatan hari jum'at. rapat dimulai jam 10 pagi. 25 menit menjelang sholat jum'at, rapat belum usai bahkan sedang seru-serunya. Rupanya mata pimpinan perusahaan melihat peci yang tersandang di kepalaku seakan gelisah dan berkata, rapat ditunda saja karena mesti istirahat untuk sholat jum'at.

Apa yang kucritakan disini hanyalah sekelumit contoh betapa peci sangat membantu dalam menjaga kepribadian dan semangat menjalankan nilai-nilai kebajikan universal. Semoga bermanfaat.

6 komentar:

Ismiy Sutrisno mengatakan...

Klo baju koko gmn tuw ustad ? soale sy jarang pake peci, tapi seringnya pake baju koko. masa pake baju koko masuk BAR. hehe... Like This Ustad..d(^_^)b

Imam Santoso mengatakan...

Kalo pake sarung Gimana ustad ,aku ga biasa pake peci & Baju koko. Sarung Tinju Pula

seno mengatakan...

Untuk Ismiy dan Samtoso: Anda Berdua sebagai Tunas Muda Harapan Ummat Mestinya Berfikirnya Lebih Bijak Dalam Menyikapi Persoalan Yang Saya Sampaikan.....Kita Harus Punya Kiat agar kualitas keimanan tetap terjaga.....Misalnya Bagi yang blom punya nyonya segera nikah, dan yang sudah punya nyonya nambah juga boleh. Apa enaknya jadi bujangan ??? Mas Imam kalo pake sarung bisa dikira habis sunat lagi! Berabe dong

Seno Widi Hardjo mengatakan...

BERFIKIRNYA LEBIH HIGHSENSE DONG ??

Nur mengatakan...

ngeles.com tuch ustad,omelin aja mreka. nambah nyonya boleh(no comment)

Seno Widi Hardjo mengatakan...

mbak nur makasih ya

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya