Rabu, 08 September 2010

Tetes Air Mata Bening Di Hari Nan Fitri


Gema takbir mengAgungkan AsmaNya membahana di angkasa raya. 1 Syawal telah tiba. Setelah sebulan hawa nafsu dilatih untuk bisa dikendalikan. Kini insan-insan peraih predikat Muttaqin dari bibirnya yang kembali fitri terucap takbir, tahlil, tasbih dan tahmid. Untuk satu tujuan yaitu mengAgungkan ZatNya yang Maha Mulia Allahu Akbar...Allahu Akbar...

Sedang diriku kudapati duduk termangu dalam sajadah sholat subuh di surau yang kembali sunyi. Lamunanku terbayang ke wajah orang tua yang telah tiada. Wajah mereka serasa datang mendekat di pelupuk mata. Airmata kupun meleleh deras....

Bersama gema takbir hatiku serasa tersayat-sayat melihat rekaman dosa yang pernah kulakukan. Gambar kelakuanku yang tak patut diceritakan itu seakan diperlihatkan di pelupuk mata ini. Ya Allah hamba mohon ampun......Ampuni Ya Allah.

Kepalaku merunduk makin pilu mengingat berbagai dosa dan kesalahan yang tak berimbang dengan catatan minus pahala. Ya Allah hapuslah catatan kelam itu.


Makin terisak tangisku...atas dosa menyakiti hati saudara dan teman. Maksudku bercanda tapi sangat mungkin hati mereka terlukai. Kusegera berniat mencarinya untuk memohon maaf dalam silaturrahim nanti.

Mentari 1 Syawal maikin meninggi gema takbir pun makin keras terdengar, aku bangkit dari renungan di atas sajadah surau kecil di pojok kampung.

Bibir dan lisan ini ikut bertakbir mengAgungkan AsmaNya. Dan segera ku ayun langkah menuju lapangan Sholat Idul fitri.

Selepas bersujud dalam khusyuknya Sholat Idul Firi kupeluk satu persatu teman dan sahabat karibku yang boleh jadi pernah terlukai.

Bersama hangatnya hidangan opor ayam dan ketupat lebaran, ku rendahkan diri ini di hadapan orang tua yang masih ada untuk memohon maaf sekaligus mohon berkah doanya bagi kelangsungan dan kelancaran perjuangan hidup menggapai rizki halal di masa mendatang.

Dan bersama tulisan sederhana ini ku bermohon maaf padamu. Jika dalam tulisan-tulisanku ada yang membuat hatimu terlukai.

Terimalah ketulusan hati yang terbingkai butiran air mata suci 1 Syawal untuk memohon maaf padamu.

Akhirnya kuucapkan Minal Aidin Al Faiziiin Taqabalallahu Minna Wa Minkum. Salam Hangat Dari Seno dan keluarga

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya