Senin, 25 Oktober 2010

Bukan Mereka Tapi KIta


Bukan mereka tapi kita, adalah jawabanku saat seorang teman mengeluh, karena hanya kami berdua saja yang peduli terhadap suatu masalah.....
Berikut contoh kasusnya....

1. Pada Saat Ronda Sisikamling. Malam itu hujan cukup lebat di kawasan perumahan kami yang terletak di perumahan BTN Pondok Ungu Permai Bekasi. Namun malam itu aku harus keluar rumah meskipun suhu udara dingin dan matapun berat karena mengantuk. Jam 00.00 tengah malam. Sesampainya di Pos Ronda, hanya kami berdua yang datang memenuhi jadwal giliran jaga. Seharusnya bila regu kami datang semua, akan ada 7 anggota. Setelah ditunggu-tunggu tetap saja kami berdua. Yang lainnya kemana ? Kawanku mengeluh dan berkata," mereka yang tidak datang kok enak sekali".
Lalu kujawab,"Biarkan saja mereka, sesuatu kebaikan tidak usah menunggu mereka tapi kita."

2. Pada saat kerja bakti. Sudah menjadi kewajiban rutin setiap bulan sekali, warga perumahan kami mengadakan kegiatan kerja bakti membersihkan sampah di lingkungan perumahan. Ternyata hanya beberapa warga saja yang datang utuk kerja bakti. Pada saat seperti itu, seorang kawan bertanya," kenapa mereka yang lain tidak datang ?" Dan kujawab," Untuk kebaikan bukan mereka tapi kita".


3. Pada Saat Hiruk Pikuk Kepadatan Lalu lintas. Betapa banyak pengendara motor maupun mobil yang tidak sabar saat mengalami kemacetan dan kepadatan lalu lintas di Jakarta. Sehingga banyak yang melanggar peraturan lalu lintas. Pada saat seperti itu, kawanku mengeluh dan mengajakku unuk berbuat hal yang sama salahnya dengan mereka yang melanggar. Namun kutolak sambil kukatakan, untuk taat peraturan bukan mereka tapi kita.

4. Untuk Sebuah kepedulian sosial. Usai sholat ashar di Masjid. Seperti biasa aku tidak langsung pulang. Kusempatkan diri ini untuk mengobrol dengan sesama jama'ah masjid. Sore itu kami bertiga mengobrol membicarakan berbagai persoalan dan tukar fikiran. Tak lama kemudian, kawanku memberitahu bahwa ada seorang anggota jama'ah Masjid yang sakit dan tidak memiliki biaya untuk berobat serta belum ada satu orangpun yang membezuk di rumahnya. Maka aku putuskan untuk mengajak kawanku untuk menjenguk dan aku ambil inisiatif untuk memulai menggalang dana. Ternyata kawanku ada yang berkata, sebaiknya menunggu mereka para jama'ah yang lainnya. Perkataannya ini langsung aku jawab, untuk kebaikan bukan mereka tapi kitalah yang memulai.

5. Dalam mendidik Anak. Istriku berkata, banyak orang tua yang tidak memperhatikan pendidkan akhlaq seorang anak. Akibatnya bsnysk anak remsjs ysng kecanduan narkoba hingga Nudzubillah tewas over dosis. Mereka para orang tua itu bagaimana kok bisa lalai mendidik moralitas anak ? demikian pertanyaan istriku, dan langsung aku jawab, " bukan mereka tapi kita yang harus pandai dan cermat mendidik moralitas atau Akhlaq anak".

6. Ada kalanya bukan lagi mereka atau kita yang harus mengawali berbuat baik, tapi diri sendiri dulu. Seperti saat Sholat subuh tiba, belum ada yang azan, sebab muazinnya sedang pulang kampung. Maka diri ini yang harus azan.


Semogalah tulisan dan contoh sederhana ini menyadarkan kita, untuk pekerjaan yang tidak ada imbalan materinya amatlah sulit walaupun hal itu suatu kebajikan yang hakiki. Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya