Minggu, 16 Januari 2011

Dulu Asing Sekarang Trendy


Masih segar dalam ingatan saat banyak pelajar putri sebuah SMA negeri harus keluar dari sekolahnya hanya karena memakai busana muslimah atau berjilbab. Begitu pula saat karyawati sebuah perusahaan harus menghadapi pilihan, untuk tetap berjilbab dan dipecat atau tetap berkerja dengan syarat mau melepas jilbabnya.

Saat itu tidak jarang perasaan rendah diri menghinggapi seorang muslimah yang dengan busana muslimahnya mencoba tampil di tengah pergaulan kantor yang serba berbusana modis. Maka yang terjadi adalah praktek 'bongkar pasang' jilbab atau busana muslimah. Dalam pergaulan di lingkungan rumahpun tidak sedikit yang merasa asing bila harus berbusana muslimah. Kecuali saat menghadiri acara pengajian atau kematian saja.

Indonesia yang mayoritas penduduknya memeluk Agama Islam, adalah sebuah negeri yang masuk dalam skenario 'de Islamisasi yang dilancarkan oleh para musuh Islam sejak jaman penjajahan dahulu. Atmosfer de Islamisasi sangat terasa selama PJPT pertama selama 25 tahun kekuasaan rezim orde baru. Pada saat itu kebebasan berbusana muslimah termasuk yang diperketat aturannya.

Memasuki masa 25 tahun kedua atau PJPT 2 atmosfer kebebasan berIslam sedikit demi sedikit makin berhembus kencang. Hal ini dimulai sekembalinya alm Presiden Soeharto dari tanah suci.
Meski ada yang mengistilahkan dengan 'ijo royo-royo' namun era kebebasan dalam keberIslaman makin terasa pasca reformasi.
Kini busana muslimah seakan menjadi sesuatu yang sedang nge'trend. Dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri maupun swasta, karyawati bank maupun para dokter wanita tidak canggung lagi menenakan busana muslimahnya.

Bila Saat ini kita berkunjung ke pasar tanah abang misalnya, banyak pedagang busana muslimah yang akan kita jumpai. Ini menandakan betapa busana muslimah yang dulu dianggap asing sekarang menjadi sesuatu yang trendy. Semoga pula ini suatu pertanda bahwa kehidupan keberIslaman semakin maju dan semarak di bumi NKRI yang sama-sama kita mencintainya. Semoga

2 komentar:

ika mengatakan...

setuju, dan menghilangkan mitos kl pake jilbab susah dapat kerja,serta merubah bkn hanya sekedar trendi ttapi trendi plus tetap syar'i

qnita mengatakan...

banyak yg telah berjilbab tp tidak sedikit pula yg berpakaian tp telanjang...
smg kita tdk tertipu 'trend', dg selektif memilih pakaian..

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya