Rabu, 02 Februari 2011

Masih adakah 'Sapu Yang Bersih' ??


Perkenalkan namaku Mas Poloz. Aku adalah seorang karyawan cleaning servis di sebuah perkantoran di daerah Sudirman Jakarta.
Tiap hari dari pagi hingga menjelang malam tugasku membersihkan ruangan kantor hingga toiletnya.
Pekerjaan ini telah aku geluti hampir 5 tahun. Sebuah konskuensi nasib yang hanya lulusan S2 atau SMP.Dan meski terkadang terasa berat, namun aku menyenangi pekerjaan ini. Dengan sapu aku menyusuri ruangan-ruangan perkantoran.
Aku banyak berkenalan dengan para karyawan. Dari mereka aku banyak menimba ilmu dan pengalaman. Di saat senggang aku pergunakan untuk bertukar fikiran. Di samping itu akupun banyak tahu sifat kepribadian masing-masing mereka. Ada yang baik, ada yang ramah. Ada pula sebaliknya.

Meski cuma cleaning servis, namun aku tidak mau dianggap 'bodoh'. Maka bila ada waktu luang aku pergunakan untuk membaca buku. Dengan membaca aku jadi tambah ilmu dan wawasan.


Melihat keadaan yang terjadi di Indonesia dengan berbagai praktek ketidak jujuran aku sebagai rakyat kecil jadi turut prihatin. Baik di tv maupun di koran tiap harinya memberitakan kasus korupsi.
Para 'tikus negara ' gajinya sudah cukup besar. Namun mereka sampai hati berkhianat kepada rakyat. Memakan uang rakyat secara haram.
Mencari orang jujur di republik ini makin sulit. Persis seperti aku yang cleaning servis sulit mencari sapu bersih.

Ada kandungan filosofis pada sebuah sapu. Para aparat penegak hukum sejatinya adalah alat pembersih laksana sapu yang membersihkan lantai yang kotor. Saat negeri kita penuh dengan debu korupsi, maka saatnya para penegak hukum beraksi. Masalahnya masih adakah "sapu yang bersih" ?

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya