Jumat, 11 Maret 2011

Koes Plus Bagai Milik Keluarga Kami ( Dalam Rekaman Kenangan)


Tahun 1974. Suatu pagi aku diajak oleh pamanku ke rumah tetangga sebelah. Aku yang saat itu baru mau masuk sekolah taman kanak-kanak tidak tahu untuk apa ia mengajakku. Oh rupanya ia ingin memperlihatkan sebuah alat pemutar kaset ( Tape) yang sederhana bentuknya. Tak lama kemudian aku diperdengarkan sebuah lagu jawa. Semakin lama semakin enak kudengarkan. Kepalaku goyang-goyang lucu. Lagu jawa itu kemudian kutahu judulnya Tul Jaenak. Penyanyi baru kutahu namanya KoesPlus.


Sehabis acara pernikahan tanteku di tahun 1974 kami sekeluarga kembali pulang ke Surabaya. Sebuah bus antar kota jalur Ponorogo/ Madiun tujuan Surabaya kami naiki di pagi buta. Tak kuduga di dalam bus ini lagu KoesPlus diputar sebagai hiburan hingga tiba ke kota Surabaya. Dapat anda bayangkan betapa bahagia hatiku dan hati ibuku (alm) yang juga penggemar parah KoesPlus.

Di Surabaya tahun 1974 hingga 75/76 hampir tanpa henti lagu-lagu KoesPlus terdengar bersahut-sahutan. Di komplek perumahan kami di jl Tanjung Layar Perak hingga ke Pasar dan pusat pertokoaan. Bahkan saat sekolahku mengadakan study tour ke kebon binatang terdengar menggema lagu KoesPlus

Liku-liku laki-laki, cinta buta, mak engket, o la la adalah sebagian kecil judul lagu-lagu KoesPlus yang mampu kutulis di sini. Di dalam otakku seakan ada Mp3 yang merekam lagu-lagu mereka. Hingga dari jauhpun aku dapat mendengar dengan cepat dan menandai suatu lagu itu adalah lagunya KoesPlus.

Saat malam hiburan 17 agustus tahun 75, lagi-lagi lagu KoesPlus terdengar di loud speaker. Pendek kata, saat itu wabah KoesPlus begitu dahsyat.

Saat keluarga kami hijrah ke Makassar tahun 1977, dimana kami baru mampu memiliki Tape Recorder, adalah ibuku yang banyak membeli kaset lagu-lagu KoesPlus. Sehingga secara historis KoesPlus menjadi sesuatu yang melekat dalam riwayat kenangan hidup kami.

Demikianlah hingga berita wafatnya sang arsitek KoesPlus, Tonny Koeswoyo, membuat kami sekeluarga turut berduka. Namun sayang, karena keterbatasan kemampuan, kami tidak dapat melayat almarhum dari dekat. Tapi paling tidak, berita duka itu cukup mengejutkan.

Bila kita melihat sosok penampilan alm Tonny Koeswoyo lewat layar televisi, memang pantas beliau dijuluki sebagai musisi jenius. Karena ia sangat piawai dalam memainkan gitar juga organ. Beliau sering memainkan gitar sambil mulutnya agak terbuka sebagai wujud penghayatan. Sayang, banyak rekaman asli gambar KoesPlus saat itu, kini tak dapat lagi dinikmati.


Letak kenikmatan musik KoesPlus adalah pada bunyi drumnya. Sosok Murry yang sejak aku kecil telah jadi buah bibir para penggila KoesPlus. Di samping itu syair lagu mereka yang sederhana dan mudah dihapal membuat KoesPlus melekat di hati rakyat Indonesia. Ada Popnya, ada dangdutnya, ada pop jawanya, ada qosidahannya. Sulit bagi kaki dan pinggul kita untuk tidak bergoyang bila mendengarkan lagu mereka yang umumnya lagu gembira. Meski ada lagu sedih namun tidak cengeng.

Yon dan Yok Koeswoyo merupakan vocalis utama KoesPlus. Namun pada lagu 'Sendiri dan Rahasia' mereka bernyanyi secara bergantian dalam formasi yang kompak.

Melalui tulisan sederhana ini, sebagai saksi mata dan saksi telinga ketika lagu-lagu KoesPlus sedang panas-panasnya dalam kondisi digandrungi rakyat Indonesia, aku melihat sisi positif yang ada pada mereka. Yaitu "Kesederhanaan". Lagunya sederhana, penampilan merekapun sederhana tapi anehnya lagunya terdengar di mana-mana. Hingga melegenda !

Dan tiada kesuksesan tanpa pengorbanan. Mereka tidak lupa akan masa lalunya yang penuh derita. Glodok Plaza Biru merupakan salah satu tembang mereka yang mengenang rumah dosa yang dibenci yaitu penjara.

Akhirnya saya mengajak generasi muda agar dapat meneladani etos KoesPlus yaitu melalui Kesederhanaan mampu meraih Kesuksesan. Dan saat telah sukses tidak boleh sombong. Seperti judul lagu Jawa dari mereka yaitu Ojo Dumeh. Trimakasih

1 komentar:

Aan Webjempolan mengatakan...

wah emang bener, saking sederhananya lirik lagu dan musik koes plus, daya tampung alias memory otak kita seakan² terlalu besar untuk menampungnya.
salut buat karya musik kelompok musik bersaudara asal kota tuban jawa timur ini.
salam kenal pula sebagai penggemar koeplus :)

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya