Kamis, 21 April 2011

RA Kartini Mutiara Islam Dalam Kabut Sejarah


Tidak banyak orang tahu, bahwa judul buku Habis Gelap Terbitlah Terang karya RA. Kartini, terinspirasi firman Allah Swt dalam kitab Al Qur'an surah Al Baqarah ayat 257.

Hasrat RA Kartini untuk mempelajari Islam banyak mengalami hambatan baik dari lingkungan keluarganya juga kaum penjajah Belanda.

Di zaman penjajahan Belanda, untuk menemukan terjemahan Al Qur'an dalam bahasa Indonesia amat sulit. Oleh seorang guru agama Islam (Kyai) RA Kartini secara tekun mempelajari ayat demi ayat dari kitab Al Qur'an. Hingga sampailah ia mempelajari dan memahami ayat ke 257 dari surat Al Baqarah.

Seorang penulis sejarah RA Kartini yang bernama Budi Darmawan menulis dalam bukunya Tragedi Kartini Dalam Pertarungan Ideology, menuturkan betapa hasrat ingin tahu RA Kartini terhadap isi kitab suci Al Qur'an begitu kuat, sayang untuk mencapai hal itu ia mesti menunggu kedatangan sang Kyai yang tidak tiap malam dapat ia jumpai.

Sejarah bangsa kita perlu dicermati sejernih-jernihnya, karena ada upaya menutupi keakuratan faktanya bagi maksud politik tertentu. Dalam istilah lain disebut dengan "Distorsi Sejarah".

Akibatnya RA Kartini seakan milik mereka yang 'kakinya tidak akrab dengan lantai Masjid '. Bila kabut sejarah RA Kartini tersibak dengan jujur, akan terlihat betapa beliau adalah juga mutiara Islam yang dimiliki oleh negeri kita.

Demikianlah, akibatnya lebih menyedihkan, ketika sosok RA Kartini dijadikan simbol emansipasi wanita secara berlebihan. Sedang secara kodrati wanita disamping memiliki kelebihannya juga kelemahan dibanding kaum pria.

Distorsi sejarah sudah berlangsung lama di negeri ini, dan merupakan bagian dari grand strategy pihak tertentu agar rakyat Indonesia yang mayoritas muslim, jauh dari agamanya, untuk tidak mengatakan membenci.

Melalui tulisan sederhana ini aku mengajak generasi muda untuk lebih giat dan jernih dalam memandang dan mempelajari sejarah. Semoga realita sejarah akan mampu membangkitkan cinta kepada negeri ini yang merupakan nikmat pemberian Allah swt. Yang justru akhir-akhir ini dirusak oleh 'teroris' berjubah maupun 'teroris' berdasi.

Trimakasih moga ada manfaatnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya