Sabtu, 11 Juni 2011

Dan Azanpun Tak Lagi Berkumandang


Wagio adalah sosok pemuda santri asal desa. Perjalanan hidup mengantarkan dirinya terdampar di Musholla sebuah kampus pendidikan.
Tiap waktu sholat tiba hatinya risau bila melihat di Musholla tempat tinggalnya sementara tidak terdengar seruan azan . Bukankah banyak anak-anak kampus yang memenuhi ruang Musholla dan selalu hebat berdiskusi serta pintar adu argumen dalil, ternyata tak satupun mau mengumandangkan seruan azan nan mulia. Begitulah guratan isi hati Wagio santri dari desa.

Dapat mendengar keluh hati mas Wagio setelah mobilku seakan mengajak mampir di Musholla kampus ini, untuk sholat zhuhur.
Azan adalah pamggilan suci nan mulia yang ditujukan kepada setiap insan muslim yang beriman agar segera menunaikan Sholat wajib lima waktu.
Dalam sejarah kalimat-kalimat dalam azan merupakan hasil mimpi seorang sahabat yang lalu meceritakan peristiwa mimpinya kepada Rasulullah Muhammad saw. Dan beliau membenarkan dan menyetujui kalimat-kalimat tersebut sebagai kalimat azan hingga hari ini hingga akhir nanti.

Seorang muazin kecuali memiliki suara dan nafas yang panjang, juga harus memiliki mental yang kuat. Karena terbukti tidak setiap mereka yang bersuara bagus (munsyid misalnya) ternyata belum tentu sanggup mengumandangkan azan.

Dalam keluguan pribadinya ternyata mas Wagio santri muda dari desa, lebih sanggup mengumandangkan azan, meski ia tak pandai adu dalil argumen atau lihai berorasi.

Hari ini aku datang kembali ke Musholla kampus itu, ternyata saat waktu sholat tiba tak terdengar azan. Selidik punya selidik muazin yang bernama mas Wagio telah pindah tempat tinggal. Pekerjaannya yang hanya sebagai tukang ojeg sepeda tak menghalanginya untuk mengumandangkan azan. Dan kini azanpun tak lagi berkumandang.

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel terkait lainnya